Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts
Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts

Monday, April 10, 2017

TRENDING TOPICS..!! Bertemu Tokoh Lintas Agama, Prabowo : Jangan Dibiasakan Ketegangan. Baca Selengkapnya dan Tolong Di Share!

TRENDING TOPICS..!! Bertemu Tokoh Lintas Agama, Prabowo : Jangan Dibiasakan Ketegangan. Baca Selengkapnya dan Tolong Di Share!


JAKARTA (TERPONGSENAYAN)--Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyampaikan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa dalam pertemuan tokoh lintas agama di kediamannya di Kertanegara, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017) malam.

"Hadir dari tokoh agama. Bisa dilihat kita lintas suku, agama, di sini membangun komitmen bahwa Bhinneka Tunggal Ika bagi kita adalah harga mati, NKRI harga mati," tegas Prabowo.

Pertemuan lintas tokoh tersebut, sambungnya, mengharapkan agar sektarianisme tidak terjadi di Tanah Air. Sebab, berpotensi memecah-belah bangsa akibat ketidaksesuaian dengan falsafah Pancasila maupun UUD 1945.

"Kita dapat rasakan semua. Saya kira semua bisa dirasakan, dan setiap kita punya kepekaan. Perbedaan itu hal biasa. Dan gonta-ganti itu biasa. Jangan dibiasakan ketegangan," ungkap Prabowo lebih lanjut.

Beberapa tokoh nasional lintas agama yang hadir dalam pertemuan antara lain Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Joko Santoso, mantan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie, mantan Ketua MPR Amien Rais, mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ulama Betawi Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i dan tokoh masyarakat Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf. (plt)

Editor : Redaktur | teropongsenayan.com
tag: #prabowo-subianto  

Monday, April 3, 2017

YUK MENJADI PRIBADI YANG BAIK..!! BEGINI CARA DETEKSI KESOMBONGAN DIRI...

YUK MENJADI PRIBADI YANG BAIK..!! BEGINI CARA DETEKSI KESOMBONGAN DIRI...

BataraNews.com - Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun status ataupun jabatan kita.
Ditingkat Satu
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR MATERI, dimana kita merasa,
Lebih kaya, Lebih berkuasa, Lebih tinggi jabatan, Lebih rupawan dan
Lebih terhormat daripada orang lain.

Ditingkat ke Dua
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa,
Lebih rajin, Lebih pintar, Lebih kompeten, Lebih berpengalaman, Lebih berwawasan 
dibandingkan orang lain.

Ditingkat ke Tiga
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri,
Lebih bermoral, Lebih pemurah, Lebih banyak amalnya, Lebih bersemangat berjuang dan 
beribadah, Lebih banyak kontribusinya untuk umat.
Lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang
lain dengan menganggapnya orang kecil.
Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, Semakin TINGGI TINGKAT KESOMBONGAN kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.
SOMBONG karena MATERI mudah terlihat. Namun, SOMBONG karena PENGETAHUAN, apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN, SULIT TERDETEKSI. Karena, seringkali hanya berbentuk benih-benih halus didalam bathin kita.
Cobalah setiap hari, kita INTROSPEKSI diri kita. Kadang kita butuh orang lain untuk mengintropeksi diri, kita butuh kritikan dan masukan orang lain. Sadarilah, bahwa setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan hendaklah kita banyak-banyak bersyukur supaya kita tidak menjadi buta dengan kepongahan dan kesombongan itu sendiri.
KESOMBONGAN hanya akan membawa kita pada KEJATUHAN yang semakin dalam, dan disamping itu KESOMBONGAN juga tidak disukai baik oleh PENGHUNI BUMI maupun PENGHUNI LANGIT.
Tetaplah BERSABAR dan RENDAH HATI. Sebab, kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.

BONGKAR HABIS..!! Beginilah Rahasia Orang Agar Menjadi Sukses..!

BONGKAR HABIS..!! Beginilah Rahasia Orang Agar Menjadi Sukses..!

BataraNews.com – Budi Harta Winata, Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.
Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.
Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.
Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu”.
Orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita, lha kok masih tega-teganya kita minta harta ke mereka, pada hal kita sudah dewasa. Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.
Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.
Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.
Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah : mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar.
Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.
Tapi juga JANGAN mendekati orang tua hanya untuk mendapatkan hartanya.
Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.
Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. Sebelum mereka kembali keharibaan Allah.
UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.
Aamiin Ya Robbal Alamiin…..

SUBHANALLAH..!! Beginilah Cara Cerdas "MENGHUKUM" Anak! Tolong di Share Agar Semua Tahu dan Anak Jadi Penurut..!

SUBHANALLAH..!! Beginilah Cara Cerdas "MENGHUKUM" Anak! Tolong di Share Agar Semua Tahu dan Anak Jadi Penurut..!

BataraNews.com – Seorang ibu berkata: “Saya memiliki dua orang anak, pertama berusia 6 tahun dan yang kedua 9 tahun, saya bosan terlalu sering menghukum mereka karena hukuman (iqob) tidak ada manfaatnya, kira-kira apa yg harus aku lakukan?”.
Saya berkata: “Apakah anda sudah mencoba metode memilih hukuman?
Ibu tersebut menjawab: “Saya tidak paham, bagaimana itu?”
Saya jawab: “Sebelum saya jelaskan metode ini, ada sebuah kaidah penting dalam meluruskan perilaku anak yang harus kita sepakati, bahwa setiap jenjang usia anak memiliki metode pendidikan tertentu. Semakin besar anak akan membutuhkan berbagai metode dalam berinteraksi dengannya. Namun, anda akan mendapati bahwa metode memilih hukuman cocok untuk semua usia dan memberikan hasil yang positif”.
Sebelum menerapkan metode ini kita harus memastikan, apakah anak melakukan kesalahan karena tidak tahu (tanpa sengaja), jika kondisinya seperti ini tidak perlu dihukum namun cukup diingatkan kesalahannya.
Tetapi jika kesalahannya diulangi atau melakukannya dengan sengaja, kita bisa menghukumnya dengan banyak cara diantaranya tidak memberinya hak-hak istimewa, memarahinya dengan syarat bukan sebagai pelampiasan (balas dendam) dan jangan memukul.
Kita juga bisa menggunakan Metode Memilih Hukuman.
Idenya begini, kita meminta anak duduk merenung, dan memikirkan tiga jenis hukuman yang diusulkan kepada kita seperti: tidak diberi uang jajan, tidak boleh bermain ke rumah temannya selama seminggu, atau tidak boleh menggunakan handphone selama sehari.
Kemudian kita pilih salah satu untuk kita jatuhkan padanya.
Ketika tiga hukuman tidak sesuai dengan keinginan orang tua, contohnya: tidur, atau diam selama satu jam atau merapikan kamar, maka kita minta dia untuk mencari lagi tiga hukuman lain.
Ibu ini menyela: “Tapi kadang hukuman-hukuman yang diusulkan tersebut tidak memberi efek/tidak membuat anak sadar juga!”
Saya katakan: “Kita harus membedakan antara ta’dib (mendidik) dengan ta’dzib (menyiksa)!”.
Tujuan ta’dib adalah meluruskan perilaku yang salah pada anak dan ini butuh kesabaran, pengawasan (mutaba’ah), dialog dan nasehat yang terus-menerus.
Sedangkan berteriak didepan anak atau memukulnya dengan keras, ini ta’dzib bukan ta’dib; karena kita menghukum anak tidak sesuai dengan kadar kesalahan yang dilakukan tapi berlebihan, sebab disertai dengan marah. Disebabkan kita banyak tekanan hidup lalu kita lampiaskan kepada anak dan anak jadi korban. Kemudian kita menyesal setelah menghukum mereka atas ketergesaan kita.
Kemudian saya berkata: Saya tambahkan hal penting, ketika anda berkata kepada anak anda: Masuk kamar, merenung dan dan pikirlah tiga jenis hukuman dan saya pilihkan satu untukmu. sikap seperti ini adalah merupakan pendidikan (ta’dib) untuk sendirinya karena ada dialog batin dengan dirinya, antara anak yang melakukan kesalahan dengan dirinya. Ini merupakan tindakan yang baik untuk meluruskan perilaku anak dan memperbaiki kesalahan yg telah diperbuat.
Si Ibu berkata: “Demi Allah, ide yang bagus, saya akan coba”.
Saya bilang: “Saya sendiri telah mencobanya, bermanfaat dan berhasil. Banyak juga keluarga yang mencoba menerapkannya dan ampuh juga hasilnya”.
Karena ketika anak memilih hukuman sendiri dan melaksanakannya. Maka sesungguhnya kita telah menjadikannya berperang dengan kesalahannya, bukan ketegangan dengan orang tuanya, disamping kita bisa menjaga ikatan cinta orang tua dengan anak.
Selain itu kita telah menghormati pribadi anak dan menjaga kemanusiaannya tanpa menghina ataupun merendahkannya.
Siapa yang merenungkan metode ta’dib Rasululllah shallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yang melakukan kesalahan maka akan didapati bahwa beliau menta’dib dengan menghormati, menghargai dan tidak merendahkannya.
Kita menemukannya dalam kisah wanita Ghamidiyah yang berzina dan minta di rajam, salah seorang sahabat mencelanya lalu Rasulullah bersabda: “Sungguh dia telah bertaubat, andai (taubatnya) dibagikan dengan penduduk madinah, niscaya mencukupi”.
Sikap menghormati pelaku kesalahan harus tetap ada selama dalam proses ta’dib.
Si ibu tadi pergi dan kembali lagi setelah sebulan. Dia bertutur: ” Metode ini benar-benar ampuh diterapkan pada anak-anak saya, sekarang saya jarang emosi, dan mereka memilih hukuman sendiri dan melaksanakannya. Saya berterima kasih atas ide ini, tapi saya mau bertanya dari mana anda mendapatkan metode cemerlang ini?”
Saya jawab: “Saya ambil dari metode Al-Qur’an dalam mendidik (ta’dib).
Allah subhanahu wata’ala_memberikan tiga pilihan hukuman kepada orang yang melakukan dosa dan kesalahan, seperti kafarat bagi orang yang menggauli istrinya disiang hari bulan Ramadhan, kafarat sumpah dan kafarat lainnya, yaitu: memerdekakan budak, atau puasa atau memberikan sedekah. Syariat Islam memberikan tiga pilihan bagi pelaku kesalahan ini. Metode mendidik yang sangat indah”.
Ibu berkata: “Jadi ini metode pendidikan Al-Qur’an?”
Saya jawab: “Betul, sesungguhnya Al-Qur’an dan As-Sunnah memiliki banyak metode pendidikan yang luar biasa dalam meluruskan perilaku manusia, baik anak kecil maupun orang dewasa; karena Allah yang menciptakan jiwa-jiwa dan Dia lebih tahu apa yang pantas dan metode apa yg cocok bagi jiwa-jiwa tersebut. Metode mendidik sangat banyak diantaranya ‘metode memilih hukuman’ yang telah dijelaskan”.
Lalu si ibu tadi pergi dalam keadaan bahagia memperbaiki anak-anaknya dan bertambah cinta pada rumahnya.
Oleh: Dr. Jasim Muhammad Al-Muthawwa’ (Pakar Parenting dari Kuwait)
Diterjemahkan oleh:
Ust. Achmad Fadhail Husni, Lc.
Pusat Peradaban ISLAM
Jl. Gayungsari I/89 Surabaya
Telp. 031 8299312
(versi bahasa arab)

Saturday, February 25, 2017

MASIH BERANI MENISTAKAN AGAMA??? HNW: Spanduk di Masjid Ekspresi atas Kondisi Penegakan Hukum Saat ini… YANG SETUJU TOLONG SHARE!!

MASIH BERANI MENISTAKAN AGAMA??? HNW: Spanduk di Masjid Ekspresi atas Kondisi Penegakan Hukum Saat ini… YANG SETUJU TOLONG SHARE!!


Setidaknya ada 3 masjid di Jakarta yang memasang spanduk berisi penolakan mensalatkan jenazah bagi pembela penista agama. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menilai fenomena itu muncul sebagai reaksi warga melihat kondisi penegakan hukum.

"Kalau dilihat dari redaksinya, itu kan spesifik terkait dengan penistaan agama atau Alquran. Bahwa masyarakat sangat tidak mendukung, menolak penistaan terhadap agama dan Alquran," ucap Hidayat Nur Wahid kepada kumparan, Sabtu (25/2).

Hidayat menduga, spanduk itu tidak mungkin dipasang oleh tim sukses salah satu pasangan calon, karena muncul di halaman masjid. Artinya tidak terkait dengan Pilgub DKI.

"Itu ekspresi akar rumput yang bisa terjadi demikian karena hukum tak dilaksanakan apa adanya. Mereka sudah tahu info tentang posisi dari hukum tentang penistaan agama, tapi tidak segera diberlakukan sanksi hukum," terang Hidayat.




Kasus dimaksud terkait dugaan penistaan agama oleh terdakwa Gubernur DKI Ahok yang masih berlangsung di pengadilan. Hidayat menyebut bahkan jabatan Ahok sebagai gubernur pun tidak diberhentikan sementara sesuai UU Pemda.

"Jadi kondisi kebablasan hukum ini direspons seperti ini (lewat spanduk)," lanjut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu.

Meski begitu, Hidayat tetap mengimbau agar umat Islam khususnya, menjaga keamanan, perdamaian, dan silaturahmi di lingkungan masjid. Artinya para kiai dan ustaz, mengajak mereka yang mendukung penista agama kembali menghormati agama.

"Saya lebih setuju narasinya, berdakwah mengajak saudara kita yang mendukung penistaan agama, untuk kembali kepada ajaran Islam yang diajarkan ulama. Supaya kehidupan umat lebih baik," tutur Hidayat.

Soal imbauan polisi yang meminta agar spanduk diturunkan, Hidayat menyarankan agar polisi lebih dulu melalukan koreksi atas kerja-kerja hukum saat ini. Meski tugas polisi di kasus Ahok selesai, tapi warga menyoroti kasus yang dikenakan pada Habib Rizieq, Bachtiar Nasir dan lainnya.

"Menurut saya, kalau polisi ingin dipercaya, penting menghadirkan polisi yang dapat dipercaya," tegas Hidayat.

Spanduk itu didapati kumparan ada di 3 lokasi berbeda. Pertama di Masjid At Tawwab, Cakung, Jakarta Timur yang didapati malam tadi. Kemudian di Masjid Al-Jihad, Setiabudi, Jakarta Selatan. Ketiga, spanduk di masjid dan depan sebuah rumah di Warung Jati, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Friday, February 24, 2017

DEMI AGAMA DAN NKRI..!! Titiek Soeharto akan Shalawatan Bersama Habib Rizieq, Anies dan Prabowo. Ini Agendanya…Tolong di Share!

DEMI AGAMA DAN NKRI..!! Titiek Soeharto akan Shalawatan Bersama Habib Rizieq, Anies dan Prabowo. Ini Agendanya…Tolong di Share!

Jakarta- Kedekatan Anies dengan kelompok FPI sudah bukan hal baru lagi semenjak Anies datang ke markas mereka di Petemburan, beberapa waktu yang lalu juga, selain dengan FPI, Anies juga Kesana-sini demi mendapatkan dukungan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, salah satunya dengan penguasa Orba, keluarga Cendana.
Diketahui pada Rabu (22/2) Anies bertemu dengan anak mantan presiden zaman Orba Titiek Soeharto. Dalam pertemuan tersebut Anies berhasil mengantongi dukungan dari anak penguasa Orba tersebut.
Berselang beberapa hari setelah pertemuan tersebut, beredar undangan Shalawatan dari Titiek Soeharto bersama Habib Rizieq Shihab, Prabowo Subianto dan Paslon Anies-Sandi.
Berikut adalah teks undangan yang diterima oleh gerilyawan kami:
Please safe the date
Sabtu , 11 Maret 2017
Ibu Titiek Soeharto mengundang
Acara shalawat u/ Negeri bersama  Habib Rizieq, Bpk Prabowo Subianto dan tentunya pasangan Anies- Sandi
Pada hari : Sabtu
Tgl.            : 11 Maret 2017
Waktu.     : Magrib- Selesai
Tempat.   : Mesjid At -Tien, Taman Mini Indonesia Indah.
Tolong terus teman2 Muslim / Muslimah ingatkan terus acara ini ya...

 (gerpol)

Thursday, February 23, 2017

PIYE KABARE?? ISEH PENAK JAMANKU TO?? Begini Isi Wejangan “The Smilling General” Tentang Makna Kemakmuran. Simak Selengkapnya disini… Tolong Bagikan!

PIYE KABARE?? ISEH PENAK JAMANKU TO?? Begini Isi Wejangan “The Smilling General” Tentang Makna Kemakmuran. Simak Selengkapnya disini…


Silahkan simak wejangan Pak Harto yg berbicara tentang makna Kemakmuran yg ternyata memang 

relatif, tapi pd intinya adalah terpenuhinya Pangan, Sandang, Papan, Kesehatan & Pendidikan.

Itulah 5 kebutuhan pokok yg mendasar bagi kita semua.


Sangat sederhana... Sesederhaa kehidupannya sendiri.

I Love My Smilling General.



Simak Videonya lengkapnya disini:


https://www.facebook.com/captainindonesiaoktoberiandi/videos/969745479776752/

SSsT RAHASIA…!! Ini Isi Pertemuan Titiek Suharto dengan Prabowo, Anies, dan Sandi. Mau Tahu?? Baca Selengkapnya disini…

SSsT RAHASIA…!! Ini Isi Pertemuan Titiek Suharto dengan Prabowo, Anies, dan Sandi. Mau Tahu?? Baca Selengkapnya  disini…


Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal Titiek Soeharto semalam bertemu dengan pasangan cagub-cawagub DKI Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Titiek menjelaskan pertemuannya dengan calon Gubernur DKI nomor urut 3 itu untuk bersilaturahmi. 

"Silaturahmi saja. Saya kenal baik dua-duanya. Kebetulan anak saya timsesnya, bapaknya juga timsesnya, diundang makan," ucap Titiek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Titiek membenarkan bahwa pertemuan semalam terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Saat ditanya apakah secara pribadi dia mendukung Anies-Sandi, Titiek malah balik bertanya. 

"Ya, daerah Menteng. Kok pakai resmi nggak resmi? Menurut kamu apa?" jawab Titiek. 

Titiek mengaku tak mempermasalahkan sikap Partai Golkar yang secara resmi mendukung pesaing Anies-Sandi, yaitu pasangan petahana Ahok dan Djarot. Titiek mengaku tak takut dengan partainya. 

"Kalau menurut partai kan ya mendukung, ya sudah tahu ya. Kalau saya ya, apa ya, saya lebih takut sama Tuhan daripada sama partai. Jadi kamu tulis saja itu," ucap Titiek tersenyum seraya berlalu. 

Sebelumnya, cawagub Sandiaga Uno memamerkan foto pertemuan itu bersama Titiek Soeharto dalam akun Instagram-nya @sandiuno. Setidaknya ada dua foto yang diunggah oleh Sandi.

Di foto pertama, selain dengan Anies dan Sandi, Titiek berfoto bersama istri Sandi, Nur Asia Uno, juga Prabowo. Sedangkan pada foto kedua, Titiek berfoto hanya bersama Anies dan Sandi.

Pada foto itu Titiek memakai pakaian oranye berdiri di tengah Anies dan Sandi, yang mengenakan pakaian berwarna putih. Ketiganya berpose dengan tangan membentuk jarinya seperti ciri khas kampanye pasangan yang diusung PKS-Gerindra itu, yaitu salam OK OCE.


(ams/bpn)




Tuesday, February 21, 2017

MUSLIM WAJIB SHARE…!! Ahli Agama: Umat Islam Tidak Menuntut Ada Aturan Larang Non-Muslim Jadi Pemimpin, Tapi Islam Larang Non-Muslim Jadi Pemimpinnya!!

MUSLIM WAJIB SHARE…!! Ahli Agama: Umat Islam Tidak Menuntut Ada Aturan Larang Non-Muslim Jadi Pemimpin, Tapi Islam Larang Non-Muslim Jadi Pemimpinnya!!

KOMPAS.com- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, menyatakan, memilih adalah hak sekaligus kewajiban warga. Dalam memilih tentu mencari yang terbaik.
Namun, kriteria terbaik pun beragam dan sesuai dengan pendapat masing-masing, seperti satu agama, satu etnis atau pun satu tempat kuliah.
"Yang tidak dibolehkan apabila mereka umat Islam menuntut dibuatkan undang-undang tidak boleh non-muslim menjadi pemimpin itu baru melanggar ketentuan, tapi dia (umat muslim) tidak menuntut itu," kata Yunahar di sidang dugaan penodaan agama, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).
Pernyataan Yunahar penegasan kembali sikap Pengurus Pusat Muhammadiyah bahwa memilih sesuai agama atau etnis tidak melanggar konstitusi dan memecah belah. Namun, secara langsung akan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ahli agama dalam sidang penodaan agama ini menambahkan dalam sistem demokrasi modern juga diperbolehkan memilih berdasarkan primordialisme

"Banyak juga orang anjurkan memilih alumnus kampus kita. Begitu pemahaman dari Muhammadiyah," kata Yunahar.

Sunday, February 19, 2017

JANGAN BACA KALAU TAK MAU IKUT NANGIS...!! Beginilah Curahan Hati Annisa Pohan Terkait “KEGAGALAN” Sang Suami di Pilkada DKI.

JANGAN BACA KALAU TAK MAU IKUT NANGIS...!! Beginilah Curahan Hati Annisa Pohan Terkait “KEGAGALAN” Sang Suami di Pilkada DKI. 


Annisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono mengeluarkan isi hatinya terkait 'kegagalan' sang suami di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Dalam akun Instagram pribadinya, Annisa Yudhoyono, Annisa mengunggah video perjalanan Agus selama Pilgub DKI.

Potongan pertama video tersebut menggambarkan suasana saat Agus mengadakan konferensi pers setelah hasil quick count Pilgub DKI keluar 15 Februari lalu. Dalam video tersebut, Annisa tampak tak bisa menahan air mata saat menemani suaminya yang mengucapkan 'salam perpisahan' untuk Pilgub DKI. Alunan musik bernada mendayu mengiringi video tersebut.

Annisa menceritakan, perjuangannya dari mulai awal dinyatakan Agus maju Pilgub DKI bersama Sylviana Murni, masa kampanye  hingga perhitungan suara. Ia menuturkan rasa terima kasihnya kepada  seluruh pihak yang terlibat saat perjuangan memenangkan Agus-Sylvi di Pilgub DKI.

"Saya selaku Juru Kampanye Agus-Sylvi, dengan tulus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung Agus-Sylvi yang telah berjuang jatuh bangun bersama-bersama selama masa kampanye ini. Semoga kita selalu semakin SATU," tulis Annisa, Minggu (19/2).

Dalam tulisannya, Annisa juga menitipkan pesan kepada dua paslon lainnya yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang berhasil melenggang ke putaran kedua.

"Kepada paslon 2 & 3 selamat melanjutkan perjuangan, semoga dapat mewujudkan Jakarta yang adil, maju, sejahtera, dan tidak terpecah belah. Mari kita semua mewujudkan #JakartaUntukRakyat dengan perjuangan kita bersama-sama!," tutup Annisa.

Dalam konferensi pers yang dilakukan Rabu (15/2) malam, Annisa tampak begitu setia menemani Agus yang bertutur soal kekalahannya di Pilgub DKI di depan awak media. Saat itu Annisa juga tak bisa menyembunyikan perasaannya.

Ia menangis saat sang pujaan hatinya berbicara.



Wednesday, February 15, 2017

PILKADA SIALAN..!! Sepenggal kisah…

PILKADA SIALAN..!! Sepenggal kisah…


Sekitar tujuh bulan lalu Kartu Tanda Penduduk (KTP) kami, saya dan istri, resmi berganti dari Bogor, Jawa Barat menjadi Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Pergantian KTP itu bukan untuk mengantisipasi pemilihan gubernur DKI. Segi kepraktisan saja.

Pertama, karena kami ingin mengubah KTP kami menjadi e-KTP. Kedua, kami bertempat tinggal di Ciganjur, Jakarta Selatan, sejak dua tahun lalu. Kami hanya ingin semua urusan menjadi mudah dan tidak perlu bolak-balik ke tempat lama kalau diperlukan.

Yah, bak pucuk dicinta ulam tibalah kalau kebetulan ada pemilihan gubernur DKI di awal tahun 2017. Pingin juga rasanya ikut Pilkada DKI. Apalagi kami belum pernah terlibat pilkada dalam bentuk apapun juga.

Konon, mengurus KTP itu seperti yang kami dengar, bisa cepat dan tidak perlu biaya macem-macem. Tidak seperti dulu-dulu.

Kami menemukan bahwa benar tidak perlu biaya macem-macem. Tetapi rupanya kami sedang apes. Persis setelah menerima surat pernyataan menunggu e-KTP dicetak, kami diberitahu oleh petugas kelurahan bahwa blangko untuk e-KTP kosong dan belum tahu kapan akan tersedia.

Artinya untuk sementara hingga blanko tersedia, surat pernyataan menunggu e-KTP dicetak itu adalah KTP sementara.

Saya agak panik karena kebetulan dalam waktu yang sangat dekat harus mengurus sertifikat tanah, STNK mobil, dan beberapa urusan penting yang mutlak memerlukan KTP. Tetapi petugas kelurahan menjamin dan meyakinkan bahwa surat itu sudah cukup dan legal sebagai pengganti KTP.
Saya awalnya agak ragu dengan jaminan itu. Tetapi terbukti keraguan itu tak berdasar dan bahwa jaminan kelurahan benar adanya. Semua urusan tuntas dan terselesaikan dengan berbekal surat pernyataan menunggu pencetakan e-KTP tersebut.

Karenanya saya tak khawatir ketika menjelang Pilkada DKI mendapat informasi bahwa e-KTP kemungkinan baru akan dicetak sekitar April-Mei. Dua bulan sesudah Pilkada. Bahkan ketika dari kelurahan tidak ada yang menghubungi kami sekeluarga terkait daftar pemilih Pilkada, saya masih optimistis akan bisa memilih.

Saya sudah melihat persyaratannya: kalau memang oleh satu dan lain sebab nama tidak ada di daftar pemilih, bisa langsung datang ke TPS antara jam 12.00-13.00 dengan membawa surat pengganti e-KTP dan Kartu Keluarga.

"Beres," kata saya kepada istri dengan sok percaya diri ketika ia bertanya.
Dan tibalah hari Pilkada. Hari pemilihan gubernur DKI Jakarta. Tepat jam 11.45 WIB kami berdua berjalan menuju tempat pemilihan yang hanya sepuluh tarikan nafas jauhnya dari rumah. Waktu cukup berlebih, demikian pikiran saya.

Dengan ramah petugas TPS menyambut kami. Setelah kami jelaskan situasinya, ia meminta untuk terlebih dahulu mengecek daftar pemilih guna memastikan nama kami tak ada di sana.
‘’Betul nama bapak dan ibu tak ada. Tetapi bapak dan ibu tidak bisa menggunakan surat keterangan ini untuk mendapatkan kartu suara,’’ katanya masih dengan sangat sopan.

‘’Lho kenapa?’’ Tanya saya sambil kemudian menjelaskan bagaimana surat pengganti KTP itu sudah saya gunakan untuk mengurus sertifikat tanah, STNK mobil, mengurus perusahaan, dll.
‘’Dan…,’’ tambah saya lagi, ‘’jaminan dan keterangannya dikeluarkan oleh kelurahan lho, Mas.’’
‘’Untuk Pilkada harus ada surat keterangan tambahan dari kelurahan dan nanti surat yang bapak bawa ini harus ditinggal di sini,’’ kata petugas itu.

‘’Dan setahu saya kelurahan libur,’’ ia berkata lagi.
‘’Lah, itu sama saja kami berdua nggak bisa milih, dong?’’ kata saya agak jengkel.
Sayapun ngotot agar kami berdua diperbolehkan nyoblos karena merasa semua persyaratan sudah terpenuhi. Mungkin bingung menjawab akhirnya petugas yang bersangkutan memanggil Pak RT tempat kami tinggal yang juga menjadi salah satu petugas di TPS.

Kalau di awal saya merasa senang dengan dipanggilnya Pak RT, karena tentu saja kami kenal, saya terlalu berpengharapan. Ternyata baru dua bulan yang lalu Pak RT diganti dan kami tak saling mengenal.

‘’Bapak tinggal di mana?’’ Pertanyaan itu langsung mengempiskan semua harapan. ‘’Sebentar saya telpon ke kelurahan. Mungkin ada yang bisa dilakukan.’’

Ketika Pak RT kembali, jam sudah menunjukkan pukul 12.20. Dan jawaban yang diberikan tak berbeda dengan petugas sebelumnya. Kecuali, ‘’Kalau bapak mau, bisa ke kelurahan sekarang akan ada yang menunggu untuk membuat surat keterangan tambahan.’’

Saya menghitung waktu. Tak mungkin menyelesaikan semuanya serta masih punya waktu untuk mencoblos. Sudahlah. Kami memutuskan untuk pulang saja. Memang takdirnya tidak boleh nyoblos. Terima saja.

Tetapi pas tiba di rumah, saya teringat akan surat keterangan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, disdukcapil, Jakarta Selatan untuk urusan kepegawaian.
‘’Itu bisa dipakai,’’ kata istri. ‘’Aku nggak usah nggak apa-apa. Sudah cepetan sana.’’

Bergegas kembali ke TPS yang sepuluh tarikan nafas tadi. Dengan senyum lebar saya tunjukkan surat keterangan dari disukcapil Jakarta Selatan itu.
‘’Ha... benar, Pak, surat ini bisa,’’ kata petugas dengan senyum yang tak kalah lebarnya. ‘’Sekarang tinggal difotokopi saja.’’

‘’Ampun!’’ spontan saya separuh berteriak dengan frustrasi.
‘’Iya, Pak, ini perlu difotokopi agar kami punya bukti yang bisa kami simpan,’’ katanya datar tapi sungguh menyebalkan.

Saya hampir mengajaknya berdebat dan melontarkan sekian ribu pertanyaan terkait akal sehat dan birokrasi. Tetapi jam di pergelangan tangan sudah menunjukkan 12.38 WIB. Dua puluh dua menit sebelum TPS ditutup. Saya langsung balik badan untuk memfotokopi.
Tepat jam 13.00 WIB saya tiba kembali ke TPS lengkap dengan semua persyaratan. Tetapi belum sampai gerbang TPS, langkah terhenti. Dari kejauhan bapak petugas tadi melambaikan tangan.
‘’Maaf, Pak. Sudah tutup. Bapak terlambat,’’ teriaknya sambil tersenyum.

Sepertinya semua orang, petugas yang lain maupun penduduk yang masih nongkrong menunggu penghitungan suara, melihat ke arah saya ketika ia berteriak saat itu. Saya hanya bisa membalas tersenyum lalu balik badan. Masam.

Saya tak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat:


‘’Pilkada sialan!’’

Monday, February 13, 2017

MARI SEBARKAN Dan VIRALKAN…!! Inilah Aksi Nyata GMMP Yang Akan Terjunkan 13 Ribu Ibu-ibu Awasi TPS.

MARI SEBARKAN Dan VIRALKAN…!! Inilah Aksi Nyata GMMP Yang Akan Terjunkan 13 Ribu Ibu-ibu Awasi TPS.

Para Muslimah atau ibu-ibu relawan akan bertugas di TPS saat hari pencoblosan untuk ikut menjadi mata bagi kecurangan, mengawasi, dan mengambil data

Hidayatullah.com–Gerakan Muslimah Memilih Pemimpin (GMMP) yang diinisiasi oleh Neno Warisman, Peggy Melati, Fahira Idris dan Syifa, menyatakan akan menerjunkan sebanyak 13 ribu Muslimah untuk mengawal proses pencoblosan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 15 Februari mendatang.

Neno Warisman menyampaikan, nantinya, para Muslimah atau ibu-ibu relawan tersebut akan bertugas di TPS yang diinginkan saat hari pencoblosan untuk ikut menjadi mata bagi kecurangan, mengawasi, dan mengambil data.

“Artinya kita berpartisipasi langsung,” ujarnya kepada hidayatullah.com disela-sela kegiatan Dzikir dan Tausyiah Nasional 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/02/2017).

Neno yang juga Ketua Gerakan Ibu Negeri (GIN) ini mengungkapkan, potensi perempuan cukup besar. Buktinya, kata dia, dalam kontestasi Pilkada para calon kepala daerah menjual pemberdayaan perempuan dalam janji kampanyenya.

“Tapi jangan perempuan diingat ketika Pilkada saja, pandangan terhadap perempuan dikotominya harus dirubah, lihatlah perempuan secara penuh sebagai potensi dalam membangun dan memajukan bangsa,” jelasnya.

“Perempuan memang tempat terbaiknya di rumah, karena bertugas sebagai pendidik utama. Tapi jangan remehkan perempuan, tanpa kita harus meninggalkan kewajiban-kewajiban, kita mampu,” tambah Neno.
Karena itu, ia mengatakan, GMMP akan turut berperan mensukseskan Pilkada yang benar, jujur, dan adil.

Termasuk juga, meminta para ibu agar memanggil pulang anak-anaknya yang memiliki hak pilih untum berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah.*



Thursday, February 9, 2017

GEMPAR !! Pengamat Politik: Ternyata “Gatot Nurmantyo” Lebih Dipercaya Dan Figur Dambaan Rakyat daripada Jokowi.


GEMPAR !! Pengamat Politik: Ternyata “Gatot Nurmantyo” Lebih Dipercaya Dan Figur Dambaan Rakyat daripada Jokowi.
Sinyal bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ‘tidak disukai’ Presiden Joko Widodo semakin menguat setelah Gatot mengungkapkan dirinya bisa saja diganti setiap saat.

Analisis itu disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (07/02). “Publik menilai, pengakuan Panglima TNI di Komisi I DPR itu bisa diartikan Presiden Jokowi tidak suka langkah-langkah yang dilakukan Panglima TNI karena dianggap bisa merusak popularitas penguasa,” tegas Ahmad Baidhowi.

Menurut Baidhowi, saat ini, Panglima TNI Gatot Nurmantyo telah menjadi sosok pemimpin dambaan rakyat. “Pihak Jokowi sudah mengetahui posisi Gatot saat ini. Gatot bisa dianggap berpotensi menjadi pesaing Jokowi di 2019,”jelas Baidhowi.

Terkait hal itu, Baidhowi memperkirakan, jika Gatot Nurmantyo dicopot dari jabatannya justru akan semakin mendapat simpati dari rakyat. “Saat ini rakyat mungkin lebih percaya ke Panglima TNI daripada ke Presiden Jokowi,” pungkas Baidhowi.
Diberitakan sebelumnya, di Komisi I DPR RI, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo secara terbuka menyampaikan dirinya bisa saja diganti setiap saat.
“Saya buka ini untuk mempersiapkan adik-adik saya. Karena saya mungkin besok bisa diganti, paling lambat bulan Maret 2018, saya harus diganti,” kata Gatot (06/02).
Gatot mengakui, apa yang disampaikannya memang kurang berkenan bagi Menhan Ryamizard. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan agar Panglima TNI berikutnya benar-benar bisa mengontrol dari atas sampai ke bawah, termasuk dari segi anggaran. “Mohon maaf kurang berkenan tapi ini yang harus kami sampaikan,” pungkas Gatot.
Keluhan Gatot itu terkait kewenangannya yang dipangkas terutama soal alat utama sistem pertahanan (Alutsista). Gatot mengemukakan keluhannya itu seharusnya dibuka sejak 2015-2016 yang lalu.
Sesuai Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 28 Tahun 2015, Panglima TNI tidak bisa menjalankan kewajibannya membuat dokumen rencana anggaran dalam jangka pendek, menengah dan panjang di Angkatan Darat, Angkatan Laut serta Angkatan Udara.

sumber:intelijen



FENOMENAL !! Habib Rizieq Bawa 130 Kuasa Hukum, Datangi Polda Jabar!

FENOMENAL !! Habib Rizieq Bawa 130 Kuasa Hukum, Datangi Polda Jabar!

Imam Besar FPI Habib Muhamad Rizieq Shihab, diagendakan bakal menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus penistaan Pancasila, besok, Jumat 10 Februari, di Mapolda Jabar.
Pemeriksaan terhadap Rizieq, merupakan langkah lanjutan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. Rizieq pun dipastikan hadir, beserta ratusan orang yang merupakan tim kuasa hukumnya.
"Insya Allah (Habib Rizieq datang) dengan 130 orang yang merupakan tim kuasa hukum," jelas Kapitra Ampera, salah seorang tim kuasa hukum Habib Rizieq, saat di konfirmasi melalui sambungan telefon, Kamis (9/2/2017).
Namun begitu pihaknya belum dapat memastikan, pada pukul berapa besok Habib Rizieq dan tim kuasanya hukumnya bakal datang.
"Ya enggak bisa diprediksi," katanya
Rizieq sebelumnya mangkir dalam pemanggilan pertamanya. Mangkirnya Rizieq, dikarenakan dirinya mengalami kelelahan.
Rizieq menjadi tersangka dengan sangkaan Pasal 154 a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP tentang pencemaran terhadap orang yang sudah meninggal.
Kasus dugaan penodaan Pancasila ini dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri dengan menyerahkan rekaman video ceramah Rizieq.

(kha)